Al Adabu Fauqol Ilmi

Dok:. Narasumber
Dimanapun berada kita hendaknya mengedepankan adab, baik yang muda terhadap yang lebih tua atau sebaliknya. Baik pimpinan terhadapan bawahan apalagi sebaliknya. Di pabrik, di sekolah, di tempat kerja di mana saja berada akan lebih elok bila semua insannya memiliki etika alias adab. Terlebih di dunia pendidikan, misalnya di sekolah.
Di sekolah yang misi dan visinya mengelola pendidikan, merupakan hal yang wajib dari pucuk pimpinan sampai ke karyawan paling bawah harus mengedepankan adab, baik ucapan atau tindaklaku, karena yang dikerjakan adalah menumbuhkan dan mencetak generasi bangsa yang harus punya moral dan beradab.
Lalu bagaimana jadinya bila pimpinan di sekolah memberi teguran dengan bahasa yang tidak santun, mendiskriminasikan bawahan, pimpinan pilih kasih terhadap bawahan, pimpinan atau kepala sekolah tidak berlaku adil terhadap karyawan yang berstatus masih honorer bahkan konon ada laporan kepada Dewan Pendidikan di salah satu sekolah swasta, pimpinan yayasan bila marah kepada guru atau kepala sekolah sering matanya melotot dan dengan gebrak meja, sangat miris di tempat yang mencetak akhlak dan moral hal ini mestinya tidak terjadi, di dunia pendidikan baik di Sekolah Swasta terlebih di Sekolah Negeri, walau perlakuan sedang marah, seorang pimpinan pendidikan harus bisa kontrol emosi, berprilaku bijak dan tetap mengedepankan etika sekalipun ketika marah, karena di sekolah itu lingkungan pendidik, bukan lingkungan pasar ada preman dan berbagai kalangan manusia ada.
Sesungguhnya para SDM di sekolah itu baik Guru atau Tata Usaha (TU) atau Staf tu mereka bukan bawahan, tetapi mereka lebih pas disebut partner kerja, mereka tidak bisa diperlakukan semau pimpinan, pimpinan di pabrik memperlakukan bawahan seperti kuli itupun sekarang sudah jarang, SDM di sekolah itu datang dengan berbekal ilmu sesuai dengan profesinya, disamping mereka memiliki pengalaman juga mereka mayoritas sarjana D3, S1, S2 bahkan lebih dari itu.
Jadi hendaknya pimpinan juga belajar jadi pemimpin yang baik, sebelum menuntut kepada guru dan stafnya untuk menjadi yang baik, buatlah mereka nyaman, karena para pekerja itu yang dicari dalam bekerja adalah kenyamanan walaupun tidak munafik merekapun perlu uang atau gaji. Sekolah atau lembaga pendidikan akan selalu penuh keberkahan bila di sana guru dimuliakan, kata dimuliakan tentu bukan semata selalu guru harus digaji sangat besar, tetapi pimpinan selalu memperlakukan nya humanis dan beradab.
Mari kita instrospeksi, belajar lebih beradab, belajar hilangkan ego dan selalu menghargai orang lain juga belajar menghargai pendapat orang lain, menjadi orang baik memang susah tapi setidaknya kita selalu terus belajar menjadi orang baik.
Judul di atas "Al Adabu Fauqol Ilmi” yang artinya adab itu lebih tinggi dari pada ilmu.
Kalau hanya mengandalkan ilmu tanpa di barengi adab, iblis lebih bisa. Sebab iblis diberikan keistimewaan oleh Allah dalam hal tertentu lebih pintar dari pada manusia.
Wallahu A'lam Bishawab.
@tbg#
Di sekolah yang misi dan visinya mengelola pendidikan, merupakan hal yang wajib dari pucuk pimpinan sampai ke karyawan paling bawah harus mengedepankan adab, baik ucapan atau tindaklaku, karena yang dikerjakan adalah menumbuhkan dan mencetak generasi bangsa yang harus punya moral dan beradab.
Lalu bagaimana jadinya bila pimpinan di sekolah memberi teguran dengan bahasa yang tidak santun, mendiskriminasikan bawahan, pimpinan pilih kasih terhadap bawahan, pimpinan atau kepala sekolah tidak berlaku adil terhadap karyawan yang berstatus masih honorer bahkan konon ada laporan kepada Dewan Pendidikan di salah satu sekolah swasta, pimpinan yayasan bila marah kepada guru atau kepala sekolah sering matanya melotot dan dengan gebrak meja, sangat miris di tempat yang mencetak akhlak dan moral hal ini mestinya tidak terjadi, di dunia pendidikan baik di Sekolah Swasta terlebih di Sekolah Negeri, walau perlakuan sedang marah, seorang pimpinan pendidikan harus bisa kontrol emosi, berprilaku bijak dan tetap mengedepankan etika sekalipun ketika marah, karena di sekolah itu lingkungan pendidik, bukan lingkungan pasar ada preman dan berbagai kalangan manusia ada.
Sesungguhnya para SDM di sekolah itu baik Guru atau Tata Usaha (TU) atau Staf tu mereka bukan bawahan, tetapi mereka lebih pas disebut partner kerja, mereka tidak bisa diperlakukan semau pimpinan, pimpinan di pabrik memperlakukan bawahan seperti kuli itupun sekarang sudah jarang, SDM di sekolah itu datang dengan berbekal ilmu sesuai dengan profesinya, disamping mereka memiliki pengalaman juga mereka mayoritas sarjana D3, S1, S2 bahkan lebih dari itu.
Jadi hendaknya pimpinan juga belajar jadi pemimpin yang baik, sebelum menuntut kepada guru dan stafnya untuk menjadi yang baik, buatlah mereka nyaman, karena para pekerja itu yang dicari dalam bekerja adalah kenyamanan walaupun tidak munafik merekapun perlu uang atau gaji. Sekolah atau lembaga pendidikan akan selalu penuh keberkahan bila di sana guru dimuliakan, kata dimuliakan tentu bukan semata selalu guru harus digaji sangat besar, tetapi pimpinan selalu memperlakukan nya humanis dan beradab.
Mari kita instrospeksi, belajar lebih beradab, belajar hilangkan ego dan selalu menghargai orang lain juga belajar menghargai pendapat orang lain, menjadi orang baik memang susah tapi setidaknya kita selalu terus belajar menjadi orang baik.
Judul di atas "Al Adabu Fauqol Ilmi” yang artinya adab itu lebih tinggi dari pada ilmu.
Kalau hanya mengandalkan ilmu tanpa di barengi adab, iblis lebih bisa. Sebab iblis diberikan keistimewaan oleh Allah dalam hal tertentu lebih pintar dari pada manusia.
Wallahu A'lam Bishawab.
@tbg#
Tentang Penulis - Tetep Bimbing Gunadi

Praktisi Kepenndidikan
Tetep Bimbing Gunadi, S.Pd., M.Si
Tetep Bimbing Gunadi, S.Pd., M.Si adalah praktisi pendidik dan kependidikan;
Dosen Administrasi Public dan sekaligus Pengelola Kampus B STISIP Banten Raya yang berlokasi di Tangerang,
Diklat penguatan Kepala sekolah, yaitu pada saat menjadi Kepala SMK swasta dan pernah menjadi kepala SMA swasta,
Memiliki sertfikasi sebagai guru atau pendidik pada bidang pelajaran Sejarah.
Dan pernah menjadi aktivis pengurus yang mewadahi guru honor se-Kabupaten Tangerang. Serta menjadi Dewan Pendidikan untuk Kabupaten Tangerang masa bhakti 2019-2024.




