Dinas Pendidikan Kota Tangerang Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi dalam Berlakukan PTM

Dok. Humas Dinas Pendidikan Kota Tangerang

Dok. Humas Dinas Pendidikan Kota Tangerang
KontraPro, Kota Tangerang - Sebanyak 196 SMP telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Tangerang. Jumlah itu bertambah sebanyak 48 sekolah jika dibandingkan minggu lalu.
“Tinggal 5 yang belum PTM. Yang sekolah kemarin positif ditutup seminggu sampai 10 hari,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin, Selasa (13/10/2021).
Jamaluddin menyebutkan sejak dua minggu lalu pihaknya telah menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di setiap sekolah yang menggelar PTM. Mereka yang masuk ke kawasan sekolah wajib telah menerima vaksin.
“Jadi semua sekolah yang sudah buka PTM itu agar masuk ke PeduliLindungi, guru harus scan. Kalau dia gak punya HP boleh masuk tapi dia harus (sudah) vaksin,” katanya.
Jamaluddin menyebut vaksinasi bagi guru dan murid telah mencapai 95 persen. Pihaknya, juga terus mengevaluasi pelaksanaan PTM setiap minggunya. Kendati sejauh ini sekolah masih menerapkan kebijakan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yang ada.
“Saya lihat lancar dan aman sesuai SOP. Kalau ada sekolah yang langgar ya kita tutup. Paling kalau ada ibu-ibu yang ngobrol kita tegur, itu sifatnya teguran biasa,” tandasnya.
(Adv)
“Tinggal 5 yang belum PTM. Yang sekolah kemarin positif ditutup seminggu sampai 10 hari,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin, Selasa (13/10/2021).
Jamaluddin menyebutkan sejak dua minggu lalu pihaknya telah menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di setiap sekolah yang menggelar PTM. Mereka yang masuk ke kawasan sekolah wajib telah menerima vaksin.
“Jadi semua sekolah yang sudah buka PTM itu agar masuk ke PeduliLindungi, guru harus scan. Kalau dia gak punya HP boleh masuk tapi dia harus (sudah) vaksin,” katanya.
Jamaluddin menyebut vaksinasi bagi guru dan murid telah mencapai 95 persen. Pihaknya, juga terus mengevaluasi pelaksanaan PTM setiap minggunya. Kendati sejauh ini sekolah masih menerapkan kebijakan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yang ada.
“Saya lihat lancar dan aman sesuai SOP. Kalau ada sekolah yang langgar ya kita tutup. Paling kalau ada ibu-ibu yang ngobrol kita tegur, itu sifatnya teguran biasa,” tandasnya.
(Adv)




